LINDUNGI ANAK ANDA: SARAN-SARAN DARI PELAKU PELECEHAN DAN KEKERASAN SEKSUAL TERHADAP ANAK-ANAK (Bagian II)

Depressed Kid

(Informasi ini disarikan dari kompilasi dan tulisan sejumlah pelaku pelecehan  terhadap anak-anak yang ada di dalam program treatment di The Center for  Behavioral Intrvention, Beaverton Oregon)

BAGIAN II

BAGAIMANA PELAKU PELECEHAN DAN KEKERASAN SEKSUAL MENDAPATKAN AKSES KE ANAK ANDA

  • Saya memperhatikan anak Anda dan membuatnya merasa spesial
  • Saya akan hadir di tengah-tengah keluarga Anda menjadi seseorang  yang Anda dan keluarga Anda percayai
  • Saya tahu apa yang disukai dan apa yang tidak disukai anak Anda, dengan sangat baik
  • Saya akan memberikan hadiah atau apapun yang akan menyenangkan hati anak Anda
  • Saya mengisolasi anak Anda dengan mengajaknya beraktivitas/bermain yang menyenangkan, sehingga kami bisa bersama, hanya berdua
  • Jika Anda orang tua tunggal,  bisa jadi saya akan menjadi target Anda dalam mewujudkan sosok seorang ayah atau menciptakan sebuah kehidupan kaluarga yang stabil. (Bisa jadi pelaku akan ‘menjelma” menjadi seorang laki-laki dambaan Anda)
  • Jika karir saya melibatkan anak-anak, saya dapat memilih untuk menggunakan waktu luang saya untuk membantu anak-anak atau membawa mereka dalam sebuah kegiatan di luar, hanya dengan saya
  • Saya mungkin saja mengetahui lebih banyak tentang apa yang disukai anak Anda daripada Anda (musik, pakaiana, games, bahasa, dsb)
  • Saya memanfaatkan rasa ngin tahu  anak Anda dengan menceritakan guyonan-guyonan kotor, menunjukkan hal-hal yang berbau pornografi, dan bermain permainan yang berbau seks
  • Jika saya orang tua, akan menjadi lebih mudah lagi bagi saya untuk mengisolasi, mengontrol, dan melecehkan anak saya sendiri. Saya dapat  melakukan kekerasan seksual terhadap anak saya, tanpa istri saya mencurigainya sama sekali. Saya secara bertahap akan menghalangi komunikasi antara anak-anak saya dengan ibunya, dan dapat membuatnya seolah-olah saya-lah sosok yang baik
  • Saya dapat menyentuh anak Anda saat Anda hadir/ada sehingga ia akan berpikir bahwa Anda merasa nyaman/tidak berkeberatan dengan cara saya menyentuhnya

_________________________________________________________________

BERSAMBUNG KE BAGIAN III: Mengapa Pelaku Pelecehan dan Kekerasan Terhadap Anak-Anak Tidak Selalu Dapat Tertangkap?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s