HUBUNGAN ANTARA PERILAKU MEMAAFKAN DAN KESEHATAN MENTAL

Everything will be alright

Dahulu, ada saatnya ketika ilmu kedokteran, psikiatri, atau bahkan psikologi tidak berbicara tentang isu perilaku maaf-memaafkan, karena saat itu perilaku ini dianggap sebagai isu seputar masalah keyaninan saja. Namun saat ini tindakan memaafkan telah menjadi salah satu topik studi yang berkembang luas dalam dunia kesehatan mental. (DR. Angelo S, Psikiater).

Pada akhir tahun 90-an, hanya terdapat sebanyak 58 penelitian tentang tindakan memaafkan yang dipublikasikan. Hari ini, bahkan terdapat lebih dari 1.500 studi klinis tentang hal tersebut.

Ilmu pengetahuan dan ilmu kedokteran saat ini menerima bahwa tindakan tidak memaafkan, kebencian, dendam, sakit hati, serta rasa bersalah, kesemuanya memiliki efek fisiologis/medis terhadap orang yang melakukan/memilikinya. Tindakan/perasaan/emosi-emosi tersebut jika dimiliki oleh seseorang, terbukti secara keilmuan akan dapat menyebabkan penderitaan dan kondisi sakit pada orang yang bersangkutan.

Jadi jika Anda berharap selalu sehat, resep kesehatan mentalnya adalah dengan memaafkan. Karena ketika Anda memaafkan orang lain untuk sesuatu yang telah mereka lakukan kepada Anda, Anda berarti telah merubah kondisi fisiologis dan kondisi psikologis Anda, menjadi lebih sehat🙂 ..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s