Long Distance Parenting (LDP) – TIPS PARENTING JARAK JAUH

Long-distance-parenting-And-its-disadvantageous

Hubungan orang tua-anak selalu merupakan hal yang tidak mudah dan menantang. Meski berdekatan, kesalahpahaman seringkali timbul dan ketegangan hampir selalu mewarnai. Kemudian seberapa besar itu akan bertambah, jika jarak memisahkan Anda dengan mereka?

Banyak faktor yang menyebabkan orang tua secara fisik tidak hadir di rumah. Sebagian orang tua dimana pekerjaan mereka menuntut mereka untuk melakukan perjalanan tugas, seperti mereka yang bekerja di dunia militer atau hubungan diplomatik. Sebagian lagi bekerja dengan posisi pada kantor-kantor cabang perusahaan-perusahaan multinasional yang berada di kota lain atau negara lain. Sebagian yang lainnya lagi, karena perceraian atau karena menikah lagi, sehingga tidak ada pilihan lain selain harus hidup terpisah dengan anak-anak mereka. Atau, jarak yang harus memisahkan saat anak-anak Anda harus menuntut ilmu di kota lain atau negara lain.

Apapun penyebabnya, terpisahnya orang tua dan anak secara geografis/jarak ini akan membuat kehadiran Anda atau anak Anda tidak akan terasa, satu sama lain.

Di bawah ini adalah kiat-kiat yang secara praktis bagi orang tua untuk membangun hubungan positif dengan anak dari jarak jauh.

1. BELAJARLAH UNTUK MENGUASAI DAN MEMANFAATKAN GADGET

Anda beruntung, karena saat ini teknologi telah membuat komunikasi jarak jauh menjadi lebih mudah, cepat, dan terjangkau. Belajarlah bagaimana caranya menulis dan mengirimkan email atau mengobrol via chatting room atau lebih sederhana lagi belajar untuk memanfaatkan SMS dengan baik dan efektif. Pokoknya dengan cara apapun, asalkan bukan dengan cara fate-to-face. Kenapa? Karena banyak orang tua dan anak-anak yang merasa lebih mudah mengatakan/mengungkapkan sesuatu via media tidak langsung, daripada secara face-to-face. Dan sementara pada umumnya anak cenderung menolak pelukan dan menolak kedekatan dari orang tua pada usia remaja mereka, komunikasi via SMS merupakan cara yang cukup halus bagi orang tua untuk dapat membuat anak merasa dihargai tanpa merasa malu. Manfaatkan cara-cara ini, karena cara ini dapat menciptakan obrolan yang lebih mendalam.

Cobalah untuk lebih kreatif, dengan memanfaatkan fasilitas yang ada, seperti menambahkan gambar, atau emoticon, agar Anda dapat menunjukkan ekspresi Anda saat mengobrol/saat menyampaikan pesan pada mereka. Biarkan anak Anda melihat bagaimana Anda berusaha lewat pesan yang Anda sampaikan. Jangan merasa malas, merasa malu/merasa tidak pada tempatnya, apalagi merasa tidak ada gunanya, karena cara ini akan membawa banyak manfaat. Seorang anak tidak akan memiliki pilihan lain selain menunjukkan penghargaan mereka (dengan cara apapun), jika mereka melihat dengan jelas bahwa Anda telah melakukan sesuatu dengan usaha yang ekstra.

2. BERBICARALAH TENTANG HAL-HAL SEPELE SEHARI-HARI

Oke, setelah kita sudah tahu cara memanfaatkan fasilitas yang ada, kemudian apa yang sebaiknya kita bicarakan?

Orang tua biasanya seperti ‘terjebak’ dalam pertanyaan-pertanyaan yang sama setiap hari, seperti ini:

“Gimana sekolah/kuliah hari ini..?”

“Bagaimana nilaimu tadi?”

“Kakak butuh sesuatu..?”

Lebih parah sebagian orang tua memanfaatkan waktu yang singkat saat mengontak anaknya untuk menceramahi:

“Pastikan kamu kerjakan PR setiap hari”.

“Jangan lupa hubungi tukang servis saluran besok..”.

Betul obrolan semacam ini penting, dan iya jelas orang tua bermaksud baik, akan tetapi obrolan semacam ini akan menimbulkan ketegangan jika terus dilakukan dan menjadi kebiasaan. Dan jika hanya hal-hal seperti ini yang bisa Anda sampaikan, saya bisa bayangkan anak Anda sudah merasa ngeri hanya dengan mendengar dering telepon saja.

Catat hal ini: Anda tidak sedang membuang-mbuang waktu Anda jika Anda mengobrolkan hal-hal sederhana sehari-hari. Hal-hal yang sepertinya sepele seperti:

“Menunya apa buat makan malam nanti, nak..?”

“..Tadi jalanan macet ga waktu pulang..?”

“..Sariawannya sudah sembuh, Kak..?”

Obrolan seperti ini akan memberikan ke-normal-an yang dibutuhkan dalam hubungan Anda. Hal-hal semacam ini akan membuat Anda menjadi bagian dari hari mereka. Ingat, Anda bukan pimpinan atau kepala polisi yang sedang mengecek kepatuhan bawahan Anda. Anda adalah Ayah, Anda adalah Ibu, dimana perhatian dan kasih sayang Anda yang selalu dibutuhkan oleh anak-anak Anda.

3. LIBATKAN MEREKA DALAM KEHIDUPAN ANDA, dan AJARKAN MEREKA UNTUK MELIBATKAN ANDA DALAM KEHIDUPAN MEREKA

Keterlibatan dalam kehidupan satu sama lain akan memberikan manfaat dua arah. Hanya karena Anda jauh bukan berarti Anda hidup di dunia yang lain. Biarkan mereka mengetahui bagaimana kabar Anda dan apa yang terjadi dengan kehidupan Anda, dan demikian juga sebaliknya.

Tragedi yang sering terjadi dalam LDP adalah pada saat anak-anak terus bertumbuh dan mereka sedikit mengetahui tentang orang tua mereka, atau sebaliknya. Buatlah anak-anak Anda dapat terus mengetahui apa yang terjadi dalam kehidupan Anda, dan demikian juga sebaliknya. Ajarkan mereka untuk melibatkan Anda dalam kehidupan mereka pula. Salah satu cara sederhana adalah dengan menulis blog secara rutin dalam bentuk jurnal keseharian, atau dengan memanfaatkan facebook.

Anda dapat melakukannya dan juga mengajarkan anak Anda untuk meng-update berita lewat media sosial mereka tentang perkembangan sekolah mereka, tempat kuliah mereka, kota dimana mereka tinggal, menu-menu di cafe dimana mereka kadang duduk mengerjakan tugas, dan kegiatan-kegiatan yang mereka ikuti bersama teman-teman mereka.

Usahakan untuk secara rutin membaca, dan berikan komentar yang positif, membangun, yang penuh doa dan dukungan, dan sebaliknya selalu berkomunikasilah pada mereka, dan tanyakan pendapat mereka tentang apa yang Anda tulis dan muat setiap waktu. Semua hal ini akan membuat Anda dan mereka nyata, (bersifat) manusiawi, dan mutidimensional, bagi satu sama lain. Lebih penting lagi, semua ini membuat Anda terjangkau oleh mereka.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s