Integritas Pribadi I

integritas 1

Integritas adalah sebuah keadaan yang mencerminkan adanya kesatuan yang utuh atau adanya konsistensi dalam aspek-aspek di dalam diri seseorang. Aspek-aspek tersebut adalah apa yang dikatakan/dipikirkan, apa yang dirasakan/diyakini, dan apa yang dilakukan.

Lebih dalam lagi integritas adalah tentang prinsip-prinsip, nilai-nilai agama atau moral yang diyakini, apa yang menjadi keinginan/cita-cita, cara-cara yang dipakai, dan tolok ukur yang dimiliki seseorang. Dengan adanya kesatuan dari semua aspek tersebut, maka orang yang memilikinya akan menunjukkan keindahan, dalam setiap gerak langkah dalam kesehariannya, hal kecil ataupun hal besar.

Dalam training tentang Integritas yang saya bawakan, biasanya saya menjelaskan kondisi dimilikinya integritas dan tidak dimilikinya integritas dalam diri seseorang dengan penggambaran tentang dua jenis pribadi. Pribadi yang pertama adalah orang-orang yang keberadaannya hampir selalu membawa suasana menjadi tidak nyaman, dan pribadi yang kedua, sebaliknya, adalah orang-orang yang kiehadirannya selalu dinanti-nanti.

Penggambaran pribadi yang pertama, bayangkan jika Anda dan teman-teman Anda ada di suatu tempat, misalnya sebuah koridor di kantor tempat Anda bekerja, atau sebuah koridor di sekolah anak Anda. Anda dan teman-teman Anda sedang berjalan, dan jauh di ujung sana, Anda (dan teman-teman Anda) melihat seseorang yang kebetulan selalu membuat Anda dan teman-teman Anda merasa tidak nyaman dengan apapun yang dikatakan/dikomentarinya, atau bahkan keberadaannya saja sudah membuat suasana menjadi tidak enak. Meski mungkin baru sekelebatan saja Anda/teman-teman Anda melihat kedatangannya (mungkin baru batang hidungnya yang terlihat), tapi detik itu juga, serempak Anda dan teman-teman Anda akan berbelok masuk ke pintu manapun yang ada di depan untuk menghindarinya (meski Anda/teman-teman Anda tidak mengetahui pintu itu menuju kemana).

Gambaran detailnya, orang dengan tipe yang pertama ini akan menampakkan ketidakjelasan dan dalam setiap gerak dan langkahnya. Ia akan mengaku A, akan tetapi perilakunya menampakkan ia B. Atau ia akan mengatakan menjunjung tinggi sebuah nilai C akan tetapi sikap-sikapnya jelas menunjukkan ia jauh dari nilai C tersebut. Orang ini entah bagaimana selalu mampu melihat sebuah hal dari kacamata yang buram, suram, dan negatif. Seindah apapun cerita seorang teman, misalnya, dan dia akan dengan mudahnya berkomentar negatif, sehingga tidak jarang sering membuat orang lain sampai melongo. Orang seperti ini akan selalu ada di pinggir, tidak mampu mencapai kesuksesan, atau kalaupun sukses dengan cara yang negatif.

integrity 0Pribadi yang kedua, sebagai pribadi yang saya gambarkan kehadirannya selalu dinanti-nanti, adalah orang yang memiliki kejelasan dan konsistensi dalam setiap gerak dan langkahnya. Pribadi yang kedua ini memiliki konsistensi dalam cara berpikir, cara memandang, harapan, nilai-nilai yang dipegangnya, dan dalam sikap dan perilakunya.

Semua yang terlihat dari dirinya akan selalu berkesusaian antara satu aspek dengan aspek-aspek yang lainnya. Orang ini memiliki cara pandang dan cara berpikir yang selalu positif, bahkan saat kebanyakan orang berpikir/mempersepsi sesuatu dengan negatif, ia akan tetap mampu memandang secara positif, sehingga hasil pemikirannya pun positif. Ia akan mampu membawa suasan menjadi lebih tenang karena ketenangan yang dimilikinya akan menyebar dan berpengaruh ke sekelilingnya. Orang akan merasa senang berada di dekatnya.

R = K + I

Tipe pribadi yang pertama akan sulit sekali mendapatkan kepercayaan, sepandai apapun ia, dan tipe kedua akan lebih mudah mendapatkan kepercayaan. Karena Reliabilitas (keandalan dan layak dipercaya) adalah gabungan antara Kredibilitas dan dimilikinya Integritas pada diri seseorang.

integritas 2

Dalam dunia kerja, seseorang dengan integritas yang tinggi akan memliki kejujuran, dan akan mampu menjunjung tinggi nilai-nilai yang dimiliki oleh perusahaan dimana ia bekerja, dan bersikap serta bertindak sesuai nilai-nilai tersebut, tanpa harus mendapatkan pengawasan dari siapapun.

Perusahaan manapun akan membutuhkan karyawan yang memiliki integritas diri, karena karyawan dengan integritas yang tinggi akan menentukan masa depan perusahaan, akan menentukan kelangsungan dan keberhasilan karirnya. Karyawan yang memiliki integritas selalu diminati dan dibutuhkan oleh perusahaan apapun dan dimanapun, karena mereka akan mampu membawa karir pribadi mereka dan masa depan perusahaan ke arah kesuksesan.

~ Bersambung Ke Integritas Pribadi Bagian II: Integritas Sebagai Orang Tua dan Kepatuhan Anak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s