Pendampingan Remaja (Teenage Mentoring Program) – I (Bagian Pertama)

Ragazzino P  by AngiolinaPendampingan remaja adalah salah satu jenis proses konseling yang saya tangani selama lebih dari 10 tahun terakhir dalam perjalanan karir saya sebagai Psikolog.

Pendampingan remaja, seperti namanya, adalah sebuah proses pendampingan bersama remaja. Proses ini diawali dengan kedatangan orang tua remaja yang merasa bahwa anak remajanya bermasalah dan membutuhkan bantuan.

 

 

Pada pertemuan-pertemuan awal, orang tua akan menceritakan semua hal yang ada di dalam pikiran mereka tentang anak remajanya ini, semua hal yang terjadi dalam keseharian, apa yang menjadi kekhawatiran mereka, dan apa harapan mereka menemui saya. Pada saat inilah kesempatan saya untuk ‘mengenal’ dan mengamati mereka, sebagai orang tua, titik awal ‘datangnya’ dan ‘terciptanya’ di putra remaja mereka, sehingga ia menjadi seperti dirinya, seperti pada hari itu.

Pada pertemuan pertama, selalu akan saya sampaikan bahwa proses yang akan mereka jelang ke depan nanti bersama saya adalah proses yang sama sekali tidak mudah. Meski fokus dari kedatangan mereka sebagai orang kepada saya adalah untuk membantu putra/putri mereka, dan itu jelas berarti mereka berharap putra/putri mereka akan berubah menjadi lebih baik seperti harapan mereka, proses tersebut terutama adalah tentang diri mereka. Karena jika mereka berharap putra/putri mereka untuk berubah menjadi lebih baik, tidak bisa tidak maka mereka pun harus mau untuk berubah.

Ada dua jenis orang tua yang bisa memprediksikan proses yang akan terjadi dan hasil akhir proses. Yang pertama adalah jenis orang tua yang akan mengatakan:

Pak Faiz, kami pasrah, anak kami mau diapakan,..yang penting dia bisa berubah menjadi yang lebih baik/bisa berubah menjadi seperti yang seharusnya.. Pokoknya kami percaya pada Pak Faiz..

Yang kedua adalah jenis orang tua yang akan menyampaikan:

Pak Faiz, kami siap dan terbuka untuk diberi masukan apa saja, agar kami dapat membantu anak kami untuk menjadi lebih baik.. Kami berdua ingin belajar menjadi orang tua yang lebih baik bagi anak kami..

Jenis yang pertama, adalah jenis orang tua berpikir bahwa apa yang dihadapi/terjadi pada putra/putri mereka (hampir) tidak ada hubungannya dengan diri mereka, dan mereka berpikir bahwa saya adalah seorang pesulap yang bisa merubah putra/putri mereka.

Jenis yang kedua, adalah jenis orang tua yang menyadari bahwa apapun yang dihadapi/dialami putra/putri mereka berawal dan berhubungan dengan diri mereka, dan mereka sadar bahwa banyak hal mereka harus pelajari dan harus rubah dari diri mereka, untuk bisa menjadi orang tua yang lebih baik bagi putra/putri mereka.

orca_killer_whale_under_sea-1280x800

Hal lain yang selalu saya sampaikan pada awal proses, saya akan selalu mengingatkan pada orang tua untuk tidak berfokus kepada hasil/perubahan yang diharapkan akan terjadi. Saya akan selalu berpesan kepada mereka untuk selalu berusaha berfokus kepada proses dan hal-hal apa yang harus mereka lakukan dalam keseharian, yang ada dalam agenda pendampingan tersebut.

Fokus kepada perubahan yang diharapkan akan terjadi akan membuat orang tua merasa bahwa perubahan yang diharapkan tidak kunjung tampak, dan mereka akan kehilangan fokus kepada tugas-tugas dan perubahan-perubahan mereka sendiri, padahal di situlah kuncinya. Karena jika mereka tidak berfokus pada proses dan perubahan mereka sendiri, maka hampir tidak mungkin akan terjadi perubahan pada putra/putri mereka.

Sehingga intinya kurang lebih saya selalu berpesan, kesampingkan dulu harapan bahwa mereka akan segera melihat perubahan pada putra/putri mereka, fokus kepada tugas-tugas dan perubahan-perubahan yang harus mereka lakukan kepada diri mereka, dan anggap adanya perubahan pada putra/putri mereka sebagai sebuah bonus.

sea__moon_at_mid_night-1280x800Dan terakhir, saya akan berpesan, Yes, ini adalah sebuah proses yang berat, karena kita sebenarnya sedang mencoba merubah dan membuat sebuah sistem yang baru, baik itu pada diri mereka pribadi sebagai orang tua, pada putra/putri mereka, dan pada sistem di dalam rumah mereka.

Akan tetapi, semua adalah tentang merubah kebiasaan. Jadi kesulitan dan berat yang mereka rasakan insya Allah hanya pada saat-saat awal saja.

Segera setelah sistem yang baru telah terbangun, semua akan menggelinding dengan sendirinya. Dan sejatinya, segera sebuah perubahan mulai terjadi pada diri putra/putri mereka, maka perubahan tersebut akan diikuti oleh perubahan-perubahan lain, yang tidak akan ada habisnya, tidak akan berhenti, dan kecil sekali kemungkinannya akan berubah/berbalik kembali ke belakang/ke kebiasaan yang lama. Dan benar, bonus-bonus itu akan terus terjadi, dan tidak jarang berbentuk kejutan-kejutan yang membahagiakan, bahkan pada saat tanggung jawab program pendampingan tersebut sudah selesai saya lakukan..

~Bersambung ke Pendampingan Remaja (Teenage Mentoring Program) – II (Bagian Kedua)

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s