Menyampaikan Keputusan Penolakan kepada Anak

Seringkali sebagai orang tua Anda harus berhadapan dengan situasi dimana Anda harus menyampaikan sebuah jawaban/keputusan kepada putra-putri Anda, atas apa yang menjadi permintaan mereka. Berikut adalah tips untuk menyampaikannya.

Pastikan Anda berembuk berdua dengan pasangan Anda, sehingga pada saat ‘berhadapan’ dengan putra-putri Anda, sikap-ekspresi-kepastian yang ada pada diri Anda dan pasangan Anda SATU. Jika keputusan sudah Anda buat bersama pasangan Anda (dan pastikan tidak akan berubah karena apapun) sampaikan dengan tegas kepada putra-putri Anda. Sampaikan pula bahwa keputusan itu tidak akan berubah karena apapun.
Jika apa yang terjadi merupaka hasil dari apa yang dilakukannya dan menjadi tanggung jawabnya, anak perlu diingatkan bahwa ini adalah resiko dari apa yg dia lakukan sendiri.

Minta dia mendengarkan sampai Anda selesai bicara, sampaikan dengan perlahan dan tegas, jangan hiraukan reaksinya sama sekali, bereaksilah hanya
untuk mengingatkan dia untuk tetap bertahan mendengarkan sampai selesai (kalau-kalau dia tidak sabar/akan meninggalkan tempat),dan tetap fokus dengan yang Anda sampaikan,sampai selesai. Kalau anak (tetap) mengeluh ,katakan bahwa Anda bisa paham apa yang dia rasakan, kemudian katakan maaf karena Anda tidak bisa mengabulkan apa yang diinginkannya. Usahakan tenang, tidak banyak bicara selain fokus yang Anda sampaikan. Anda harus kuat bertahan, tunjukkan empati,dan tetap tenang sampai akhir. Tunjukkan bahwa tidak ada ‘celah’ sama sekali baginya untuk memaksakan kehendaknya.

Sampaikan semua dengan tenang, pelan, datar, lembut, namun tegas. Singkirkan emosi Anda. Jika anak (masih) menggoda/merengek, gunakan respon jawaban baku seperti misalnya: ‘..Ga mas/kak/dek..maaf..’

Pastikan bahwa anak harus menangkap kesan, bahwa saat Anda tidak menghiraukannya, yang tidak Anda hiraukan adalah komentar dan sikap/perilakunya yang merajuk/menggoda, karena Anda harus tetap memperhatikan dirinya dengan menunjukkan empati dan pengertian Anda terhadap apa yg dirasakan/dialaminya. Karena Anda memang tidak menolak dirinya secara keseluruhan, akan tetapi Anda hanya menolak beberapa sikapnya saja.

Good luck😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s