Tips Penanganan Temper Tantrum pada Anak dengan Kondisi Autis

Temper Tantrum adalah ledakan emosi, yang biasanya ditandai dengan sikap keras kepala, tangisan, teriakan, jeritan, sikap menantang, kemarahan, dan terkadang kekerasan.

Penting untuk diingat, bahwa perilaku tantrum yang sering membuat bingung ini adalah sebuah cara bagi anak2 dg kondisi Autis untuk berkomunikasi dg kita. Sehingga penting untuk dapat memahami kebutuhannya, dan menemukan penyebab timbulnya tantrum. Kadang bisa jadi hanya masalah sepele, misalnya kesalahan letak penempatan mainannya, atau krn makanan mereka terjatuh, krn ke-konsisten-an dan rutinitas sangat penting bagi mereka.

Berikut beberapa hal penting untuk diingat dan bisa dilakukan:
– Berusaha untuk tetap tenang selama periode tantrum berlangsung
– Temukan penyebab tantrum kemudian kurangi atau minimalkan
– Selalu fokus pada hal positif yg dilakukannya, dan jangan hiraukan sikap/perilakunya yang tidak semestinya atau yg tidak diharapkan.
– Rutinitas dan keteraturan sangat berpengaruh bagi anak2 dg kondisi autis. Selalu mencoba konsisten dan benar-benar strick dg adanya aktivitas yg rutin dan tertata akan sangat membantu mereka untuk bisa menjadi lebih tenang
– Kurangi stimulasi dari sekelilingnya. Cermati hal2 yg mengganggu baginya. Cahaya terlalu terang, suara keras, atau uadara yg terlalu hangat/panas,dsb. Jika sedang berada di luar rumah, jauhkan ia dari orang2 yg ada disekelilingnya.
– Jika ia mulai memakai tangannya untuk memukul dirinya, ciptakan instruksi yang singkat namun tepat sasaran, misalnya ‘turunkan tangan’, dan terus ucapkan itu setiap kali ia berperilaku yg sama. Pada waktunya ia akan memahami dan akan melakukannya.
– Alihkan perhatiannya pada kegiatan lain yang membuatnya tertarik atau yang bisa membuatnya lebih tenang, atau berikan objek yang bisa membuatnya menjadi tenang (bantal, boneka, bantal khusus untuk mengurangi stress,dsb).
– Jangan selalu memeluknya atau menenangkan dirinya dg perilaku menyayang.
– Anak dg kondisi Autis harus mengetahui bahwa kita tidak akan putus asa dg perilaku tantrumnya atau perilakunya yg manapun yg tidak tepat. Jika tantrumya adlh akibat dari kemarahan, atau kekeceaan, atau ketakutan, jangan meresponnya. Bersikaplah seolah tantrumnya tidak ada dan tetap lanjutkan kegiatan Anda. Anda harus benar2 konsisten dg cara pen-cuek-an ini. Jika tidak konsisten, perilaku tantrum pun akan berlanjut, dan jika Anda tidak Anda tidak pernah meresponnya, tantrum pada saatnya akan berhenti.
– Selalu berikan ‘penguat’ (reward) untuk perilaku yg diharapkan/yg baik. Ini akan membantunya lebih memahami perilaku apa yg kita harapkan. Jangan lupa untuk selalu memberikan pujian yg sama setiap kali ia sudah bisa memahami sesuatu hal yg kt ajarkan/berikan.
– Jika ia ingin ditinggalkan sendiri, lakukan seperti yang diinginkannya dan tinggalkan ruangan, dengan berusaha berada pada jarak kita masih bisa mendengarkan apa yang dilakukannya.
– Pindahkan ia ke ruangan yang lebih aman, kalau2 ia marah dan membahayakan dirinya.

Kunci utama keep calm and stay positive..

All the best. Semoga bermanfaat🙂 ..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s