Psikolog..?

Siapapun diri kita, pada satu titik dalam kehidupan kita akan membutuhkan seseorang untuk membantu kita melihat dunia kita, dari luar diri kita, untuk membantu kita memahami dan menyelesaikan permasalahan yang kita hadapi. Dan itu, tentu bukan sebuah kelemahan. Itu hanya sebuah “kewajaran”. Sebuah Profesi yang khusus bergerak dalam hal bidang adalah Profesi Psikolog.

Psikologi adalah ilmu tentang perilaku manusia (bukan ilmu tentang kejiwaan). Sehingga seorang Psikolog, adalah seseorang yang belajar tentang ilmu perilaku manusia. Psikolog adalah seorang Sarjana Psikologi yang telah mendapatkan Gelar Profesi Psikolog dan mendapatkan Surat Ijin Praktek Psikologi, sehingga yang bersangkutan bisa melakukan praktek Profesional sebagai seorang Konselor Psikologi. Spesifikasi bidang seorang Konselor Psikologi bisa bermacam-macam, sesuai dengan bidang ilmu yang digeluti dan sesuai dengan pengalamannya. Biasanya dalam bidang Anak, Remaja, Parenting, Hubungan Pasangan Suami-Istri, gangguan kecemasan, gangguan emosional, dan sebagainya.

Siapapun boleh mendatangi Psikolog. Seorang Psikolog akan membantu Anda untuk melihat permasalahan Anda dengan lebih objektif, dengan Anda tetap sebagai penentu dan pengambil keputusan bagi permasalahan yang Anda hadapi. Anda tidak akan mendapatkan kunci penyelesaian dari Psikolog dan seorang Psikolog tidak akan menyuruh Anda menyelsaikan sebuah masalah dengan sebuah cara yang ditentukannya. Pun jika Anda sebagai seorang Klien meminta untuk diajari, seorang Psikolog tidak akan melakukan apa yang Anda minta tersebut.

Seorang Psikolog hanya akan membantu Anda memahami permasalahan yang Anda alami dengan lebih rasional dan global, dengan mempertimbangkan semua hal yang ada. Seorang Psikolog hanya akan membantu Anda melihat permasalahan Anda dari berbagai angle atau sudut pandang yang dimungkinkan, sehingga Anda bisa memilih cara penyelesaian yang Anda inginkan dan Anda butuhkan.

Seorang Psikolog akan membantu Anda lebih menyadari apa sebenarnya permasalahan atau topik yang sedang melingkupi Anda.  Seorang Psikolog akan bersikap seperti layaknya sebuah cermin di depan Anda. Yang akan merefleksikan pada Anda, seperti apa cara berpikir, sikap, dan perilaku yang Anda pilih (sadar atau tidak sadar), dan pengaruhnya terhadap diri Anda sendiri dan terhadap lingkungan Anda.

Anda bisa dan boleh bercerita apapun tentang cerita diri atau masalah apapun yang Anda hadapi pada seorang Psikolog tanpa harus merasa takut akan dipersalahkan. Karena Psikolog akan mendengarkan Anda, tanpa melakukan judgement atau penilaian apapun atas cerita diri atau permasalahan Anda.

Seorang Psikolog akan membantu Anda untuk memiliki pemikiran dan pertimbangan yang jernih terhadap permasalahan yang Anda hadapi. Ia akan mencurahkan segenap pikiran, kemampuan, dan ketrampilannya secara total pada saat berhadapan dengan Anda sebagai klien, untuk membantu Anda.

Beda seorang Psikolog dengan siapapun yang bisa Anda ajak curhat:

  • Seorang Psikolog akan mendampingi Anda dalam situasi yang profesional yang memang diciptakan demi untuk tercapainya sebuah kondisi maksimal yang dibutuhkan untuk dapat mendampingi seorang klien secara maksimal. Meliputi bekal pengetahuan, ketrampilan, kesiapan fisik dan mental, juga penampilan dan lingkungan fisik.
  • Seorang Psikolog dibekali pengetahuan dan ketrampilan khusus, dimana pembicaraan, obrolan, dan diskusi yang terjadi antara Anda sebagai klien dan Psikolog adalah sebuah pembicaraan yang terarah dan terstruktur, yang disebut dengan Konseling, yang bertujuan untuk membantu Anda sebagai seorang klien dalam memahami dan menyelesaikan permasalahan Anda.

Jika Anda memiliki kesadaran mengenai permasalahan yang Anda hadapi, tentang keterbatasan-keterbatasan yang Anda miliki, kelebihan yang Anda miliki, juga tentang apa yang Anda butuhkan untuk menyelesaikan permasalahan yang Anda hadapi, sehingga kemudian Anda dengan sadar mencari bantuan secara profesional untuk membantu penyelesaian permasalahan Anda, maka Anda adalah sebuah pribadi yang dewasa. Sebuah pribadi yang modern. Sebuah pribadi yang memahami kebutuhan diri dan mampu menerima masukan secara terbuka. Sebuah pribadi yang mau untuk terus belajar menjadi lebih baik. Siapapun Anda. Apakah Anda sebagai orang tua, seorang istri terhadap suami atau sebaliknya, atau Anda sebagai seseorang, sebuah pribadi, terhadap pribadi Anda sendiri.

Sesi pertemuan dengan Psikolog disebut dengan sesi Konseling. Biasanya akan berdurasi maksimal sampai dengan 2 jam untuk setiap pertemuan. Dan sesi pertemuan dengan Psikolog akan diharagai Per jam Konseling, atau ada juga yang Per Pertemuan (biasanya berdurasi maksimal 2 jam).

Jika Anda menemukan seorang Psikolog yang profesional dan tepat bagi Anda, maka Anda akan merasa diterima, Anda akan merasa nyaman, Anda akan merasa didengar, Anda akan merasa mendapatkan kehangatan, Anda akan mendapatkan pendampingan dan mendapatkan fasilitasi dalam penyelesaian masalah Anda. Bonus terbesar, Anda akan merasa mendapatkan tempat untuk belajar dan berkembang menjadi lebih baik. Lebih baik bagi diri Anda sendiri, dan bagi orang-orang di sekeliling Anda.

Jadi, apa sebenarnya yang terjadi dalam ruang konsultasi seorang Psikolog? Anda akan berbicara, Anda akan didengarkan, Anda akan mendapatkan tanggapan.. Yup, basically, pada dasarnnya Anda akan mengobrol. Mengobrol dengan seseorang yang memiliki pengetahuan, kemampuan, dan kapasitas yang bisa diandalkan dalam bidangnya, yang bisa dan akan membantu Anda dalam penyelesaian masalah Anda🙂

________________________

Catatan: Psikolog dan Psikiater

Ada sebuah profesi lain yang sering ditumpangtindihkan dengan profesi Psikolog, yakni Psikiater. Seorang Psikiater adalah seseorang yang belajar tentang ilmu Kedokteran dan mengambil spesialisasi kejiwaan. Sehingga seorang Psikiater memiliki kewenangan untuk memberikan resep bagi obat-obatan yang dibutuhkan. Perjumpaan dengan Psikiater tidak akan sepanjang perjumpaan dengan Psikolog. Perjumpaan dengan Psikiater, kurang lebih sama seperti perjumpaan seorang pasien dengan dokternya. Seorang Psikolog akan merujuk klien-nya pada Psikiater, jika kondisi klien dianggap sudah membutuhkan terapi farmakologi atau membutuhkan obat.

8 thoughts on “Psikolog..?

  1. wah.. Mau tanya nih.. Jadi psikiater sama sekali ga memberikan konseling ya? Kalau psikiater basic ilmunya disebut ilmu kedokteran.. Nah, psikologi itu ilmu apa? Ilmu kejiwaan ya? Lalu apakah psikolog itu juga harus mempelajari ilmu komunikasi di dalam studinya? Hehe maaf jadi penasaran.

  2. Singkatnya, iya, mereka tidak memberikan konseling. Psikologi, termasuk ilmu sosial, dan spt yg sdh sy sampaikan, adalah ilmu yg mempelajari ttg perilaku. Di dalam psikologi banyak ilmu2 lain yg dipelajari, dan pada akhirnya berpulang pd si pemegang ilmu td, atau si psikolognya, yg suka belajar..ya belajar terus.. yg merasa cepat merasa cukup..ya mungkin tidak dmkn.. Sama sj dg yg bukan psikolog.
    Tq buat penasarannya🙂

    • Ilmu Psikologi memang menyenangkan🙂.. Tapi tentu semua profesi, baik Psikolog atau apapun, pasti sama menyenangkannya, tergantung si ‘pemegangnya’..🙂
      Terimakasih dik Venny, untuk langsung mampir lagi dan memberikan jejak disini. Sll ditunggu😉

  3. Mas Faiz, saya terkesan sekali dengan kuliahnya di psikologi ugm pekan kemarin. dan blognya sangat menarik, hihihi. saya suka sekali baca tulisan-tulisan disini😀

    • Hi, Nurul..
      Senang sekali mendengarnya..😀
      Semoga terus bisa sempat membaca blog ini yak..
      ..dan sy juga suka sekali karena Nurul suka sekali baca tulisan di sini😀

      Semoga bermanfaat😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s