Hospice Care

Pada suatu saat, dengan cara apapun juga, kita akan menghadapi akhir dari kehidupan kita. Tentunya kita berharap jika saat itu tiba, entah pada diri kita atau orang-orang terdekat kita, saat itu adalah saat yang penuh kedamaian, dengan ketenangan, tanpa rasa akit, dikelilingi oleh orang-orang tersayang, serta diliputi oleh perasaan merasa disayang dan perasaan aman. Harapan seperti ini adalah semangat yang meliputi pekerjaan dalam bidang palliative care. Jika kita berbicara tentang bagaimana seseorang bisa mendapatkan pelayanan seperti ini pada akhir hidupnya, dengan kondisi sakit yang mengawalinya, kita akan berbicara tentang sebuah penanganan yang saat ini dikenal sebagai Hospice Care.

 

Sejarah Hospice

Hospice adalah sebuah konsep dari penanganan yang diperoleh dari zaman pertengahan, yang merupakan simbolisasi dari sebuah tempat dimana para pengelana, peziarah, dan orang-orang yang sakit, orang-orang yang menderita luka atau sekarat bisa beristirahat dan merasa nyaman. Hospice yang bersifat kontemporer saat ini menawarkan sebuah program penanganan yang komprehensif  bagi pasien dan keluarga mereka dalam menghadapi penyakit yang mengancam hidup pasien tersebut. Hospice adalah sebuah konsep penanganan, dan bukan merupakan sebuah tempat tertentu untuk mendapatkan penanganan.

 

Gerakan Hospice modern berawal pada tahun 1960-an ketika Dr. Cicely Saunders mendirikan St. Cristopher Hospice di dekat kota London. Program ini adalah teknik modern pertama yang mengkombinasikan pengendalian rasa sakit dengan penanganan penuh keramahan dan kasih sayang bagi pasien yang menderita penyakit yang tidak dapat disembuhkan.

Saat ini, term “hospice” mengacu kepada sebuah konsep yang terus berkembang tentang penanganan yang penuh keramahan dan penuh dengan kasih saying, yang dapat dilakukan pada berbagai seting, seperti di rumah pasien, rumah sakit, atau di fasilitas-fasilitas lain yang berhubngan dengan kondisi yang sama.

 

Apakah Hospice Care (HC)?

HC memfokuskan pada pemeliharaan kualitas kehidupan pasien dan bukan berfokus pada penanganan secara agresif terhadap penyakit yang dimiliki pasien. Dalam penanganan ini, dukungan psikologis, emosional, dan spiritual diberikan untuk membantu pasien dan keluarga mereka dalam menghadapi proses menjelang kematian pasien.

 

Untuk Siapakah Hospice Care (HC)?

HC adalah untuk pasien yang menderita penyakit dimana penyakit mereka ini tidak lagi memberikan respon terhadap penanganan yang berorientasi untuk penyembuhan (tidak lagi dapat disembuhkan), dan bagi pasien yang membutuhkan pereda rasa sakit dan yang membutuhkan pengelolaan simptom fisik, dan juga yang membutuhkan dukungan emosional dan spiritual.

Secara umum Hospice care (HC) dimaksudkan untuk pemenuhan kebutuhan fisik, emosional, dan spiritual pasien dan keluarganya dalam menghadapi penyakit yang akan berakhir dengan kematian. Tujuan dari HC adalah untuk memberikan perasaan nyaman bagi pasien dengan memberikan bantuan dalam pengelolaan rasa sakit dan pengelolaan symptom yang dialami pasien, dan untuk meningkatkan kualitas kehidupan pasien dan keluarga mereka.

Hospice menekankan pada penanganan pallitative dan bukannya penanganan kuratif; lebih mengarah kepada kualitas kehidupan daripada kuantitasnya. Pada pelaksanaannya, secara singkat dapat digambarkan bahwa dalam penanganan ini proses menuju kematian dibuat sedemikian rupa dan sebisa mungkin terasa nyaman. Dimana disini penanganan medis secara profesional diberikan, serta usaha untuk memperingan simptom diberikan sebaik-baiknya. Baik pasien maupun keluarga mereka sama-sama dilibatkan dalam perencanaan penanganan  dimana dukungan emosional, dukungan spiritual, dan dukungan praktis diberikan berdasarkan harapan yang dimiliki oleh pasien dan kebutuhan keluarga mereka. Kehadiran para sukarelawan yang terlatih dalam penanganan ini juga dapat mendatangkan sedikit kelonggaran dan waktu istirahat bagi anggota keluarga pasien, selain akan memberikan dukungan yang cukup berarti bagi pasien

Hospice Care disediakan bagi pasien yang memiliki harapan hidup terbatas. Meski kebanyakan pasien hospice adalah pasien-pasien kanker, HC dapat dipakai untuk siapapun tanpa memandang usia atau tipe penyakit yang diderita. Pasien-pasien ini juga telah membuat sebuah keputusan untuk menghabiskan saat-saat terakhir mereka di rumah, atau di sebuah tempat yang telah di atur sedemikian rupa sehingga menyerupai rumah.

Hospice menguatkan semangat untuk hidup dan memandang proses kematian sebagai sebuah proses yang biasa. Hospice bukannya mempercepat atau menunda kematian. Hospice memberikan pelayanan yang disesuaikan dengan selera personal dan merupakan sebuah penanganan masyarakat sehingga pasien dan keluarga mereka bisa mencapai tingkat persiapan seperti yang dibutuhkan untuk datangnya sebuah peristiwa kematian, yang akan memuaskan kebutuhan mereka. Hal ini menjadi perhatian karena proses menuju kematian memiliki kebutuhan fisik, spiritual, emosional dan sosial yang beraneka macam. Kealamian dari proses menuju kematian ini sangat unik sehingga tujuan dari tim hospice menjadi sangat sensitif dan harus responsif terhadap kebutuhan dari masing-masing individu dan keluarga mereka. Inilah salah satu tantangan  relawan dalam menjalankan pelayanan hospice.

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s