Just Stop for a While

Seorang anak kecil bisa ternganga mulutnya dan membelalak matanya,hanya karena ia memperhatikan seekor kepik kecil berwarna biru menyala di atas sehelai daun.

Seorang anak kecil bisa sekian detik ‘freezed’ dengan kepala tertengadah ke atas hanya karena telapak tangannya tertetesi air hujan..

 

 

 

Seorang anak kecil bisa sedemikian terpananya, hanya karena menyaksikan sekumpulan balon berwarna-warni di atas kepalanya.

Believe it or not, we’ve been there.
But why can’t we do that again anymore?

:0

Manakala dunia masih amat sederhana di mata kecil kita,
manakala dunia -rasanya- masih banyak hal baru bagi kita2 kecil,
maka semua menjadi amat sangat menariknya.
Sesuatu yang saat sekarang sudah menjadi hal yang amat biasa.
Karena kita merasa terbiasa.
Hilang kemana itu semua??

The truth is, its still in there.
Kemampuan untuk membelalak,’ngowoh’,ternganga-nganga..
Hanya kita saja yang -hampir- selalu mengatakan,
‘..ga sempet laah..’ atau
‘…emang kurang kerjaan..’ atau
‘..hallahh..’

Dan,memang, itu semua seperti tertutup.
Oleh berjuta hal yang membuat pikiran kita penat.
Oleh bermacam hal yang kita namakan masalah.
Oleh bergunung-gunung pemikiran yang kompleks dan tak berkesudahan.

Padahal,
jika kita masih mampu, atau lebih tepatnya mau,
untuk ‘ngowoh’
untuk membiarkankan mata kita untuk terbelalak
untuk menyempatkan diri kita untuk berhenti sejenak dari apapun kerutinan kita,
dan mencoba menikmati hal-hal kecil yang ada -berjuta-juta- di sekeliling kita,
maka banyak
banyak
banyak yang akan berubah pada diri kita.

Antusiasme.
Ketertarikan anak kecil.
Mesti kita ‘tarik’ kembali.
Agar kita bisa tetap mampu menikmati lagi hidup ini.
Agar kita bisa lagi merasa ‘jernih’ dan ’segar’
layaknya seorang anak kecil yang terus bisa merasa bersemangat
dan sedemikian mudahnya untuk bisa ter-senang-kan.
Can we?
Yup. Surely we can.

Itu pilihan kita.

Just try to stop, just seconds from our everyday activities.
Berhenti sejenak dan..
Perhatikan. Rasakan. Nikmati.

Apa lagi yang mau kita perhatikan?
Apa lagi yang bisa menarik perhatian kita?
Kita bukan anak kecil lagi,tidak banyak hal baru bagi kita? WRONG.
SALAH.
There’s always something new and interrested around us.
Selalu ada hal menarik bagi diri kita.
Selalu ada hal baru bagi kita.
Jika kita ‘membuka’ diri kita.
Jika kita menyempatkan diri untuk menikmatinya.

Hanya kita yang tak mau tahu Hanya kita yang membatasi diri kita sendiri.
RUGI.
There are many beautiful things around.
Buanyak hal indah di sekeliling kita.
Yang bisa membuat kita tersenyum lega.
Yang bisa membuat pikiran kita tiba2 terasa ‘ringan’.
Yang bisa membuat hati kita terasa ‘adem’
Yang bisa membuat diri kita bersyukur tiada henti..dan membuat diri kita selalu merasa ‘cukup’..

Just stop for a while.
It only take seconds.
Berhenti sejenak.
Hanya sekian detik
Untuk menikmati, untuk ‘larut’
dalam berjuta hal kecil yang indah di sekeliling kita..
Bahkan untuk sekedar ‘being stupid‘.

Dinginnya titik air hujan.
Indahnya sudut bibir pasangan saat ia tersenyum.
Hangatnya matahari pagi.
Mencoret2 wajah dengan spidol.
Bergetarnya kursi karena bunyi musik yang menggelegar.
Blepetan memakai shaving foam.
Lembutnya ujung jari pasangan saat menyentuh kulit kita.
Segarnya seteguk air kelapa muda yang kita idamkan seharian tadi.

Jangan biarkan diri kita berhenti menikmati.
Tak terhitung yang belum kita tahu.
Tak terhitung yang masih belum sempat kita -benarbenar- nikmati..

One thought on “Just Stop for a While

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s